October 1st, 2005
Jakarta, KCM – Dua orang korban tewas ditemukan di Kafe Teba, Jimbaran, Bali, akibat ledakan yang terjadi Sabtu (1/10) malam. Seperti dilaporkan Kontributor TV7 Gentry Amalo kepada Radio Sonora, seorang korban tewas di atas meja dalam keadaan tubuh tercabik-cabik. Ledakan bom di Kafe Teba ini terjadi pukul 19.45 WITA. Read the rest of this entry »
October 23rd, 2002

The Jakarta Post
The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 10/23/2002 7:07 AM | National
I Wayan Juniartha and Tiarma Siboro, The Jakarta Post, Nusa Dua, Bali
The Bali administration has set aside a plot of land in the Mumbul area of Jimbaran subdistrict, some 30 kilometers south of the provincial capital of Denpasar, for a mass grave for unidentified victims of the Oct. 12 bombing in Kuta. Read the rest of this entry »
October 18th, 2002

TempoInteraktif
Jum’at, 18 Oktober 2002 | 15:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, menolak bantuan obat dan tenaga dokter dari masyarakat Internasional Red Cross, Singapura. Pasalnya, persediaan obat saat ini sudah mencukupi. Oleh karena itu delapan dokter relawan dan 95 boks obat-obatan yang sudah dikirimkan, sampai saat ini masih tertahan di Bandar Udara Ngurah Rai. Read the rest of this entry »
October 16th, 2002

TempoInteraktif
TEMPO Interaktif, Canberra: Bantuan dari kepolisian Federal Australia sudah terlihat bekerja, Rabu (16/10), di berbagai lokasi di Bali. Di media centre resmi yang berlokasi di Hotel Hard Rock, juga ditulis pengumuman bahwa hari ini telah datang lagi bantuan tambahan tenaga ahli untuk mengidentifikasi mayat-mayat korban ledakan bom di Legian, 12 Oktober lalu itu.
Sebagian anggota Polisi Federal Australia bekerja di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar. Mereka tampak melakukan identifikasi maupun bertanya-tanya pada orang-orang yang dianggap mengetahui peristiwa di lokasi tersebut. Mereka juga menempelkan pengumuman di Rumah Sakit yang isinya meminta kepada warga negara Australia atau Selandia Baru yang megetahui atau memiliki informasi tentang peristiwa itu untuk menghubungi mereka di kantor operasi mereka di Bali.
Beberapa petugas berseragam biru-biru dan seragam coklat dengan tanda pangkat perwira juga terlihat berada di Hotel Hard Rock, di mana konsulat jenderal Australia membuka kantor untuk konsultasi terhadap para keluarga korban.
Sementara itu, mengenai jumlah korban, Jaringan Relawan Kemanusiaan Bali yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Sanglah saat ini sudah berhasil mengidentifikasi 48 korban tewas, dan 40 orang sudah terkonfirmasi.
Korban tewas resmi yang diumumkan di media centre berjumlah 183 orang dan ditambah dua korban luka-luka yang tewas saat dievakuasi menuju Australia. Dengan jumlah tersebut, total korban menjadi 185. Tambahan informasi lainnya, sejak hari ini tidak ada lagi warga asing yang mengalami luka-luka dan masih dirawat di Bali. Semua sudah dievakuasi ke Australia. (Tomi Aryanto-Tempo News Room)
http://www.tempo.co.id/harian/fokus/2003/2,1,19,id.html
October 16th, 2002
Rabu, 16 Oktober 2002, 21:34 WIB
Denpasar, Rabu
Sebanyak 56 orang warga Indonesia telah dilaporkan hilang dalam peristiwa peledakan bom di Kuta, Bali, Sabtu (12/10) malam. Laporan itu disampaikan oleh paman, saudara, ipar, kakak dan orang terdekat korban kepada Jaringan Relawan Kemanusiaan Bali (JRKB) dan RSUP Sanglah.
Koordinator JRKB Gentry FP Amalo di Denpasar, Rabu (16/10) malam, mengemukakan, keluarga korban yang melaporkan saudaranya yang hilang itu, sebagian diantaranya telah melengkapi dengan data tinggi badan, berat badan dan keterangan identitas korban. Read the rest of this entry »
October 14th, 2002

JRKB
Di hari-hari duka ini, kami Jaringan Relawan Kemanusiaan Bali (JRKB), ingin mengajak segenap masyarakat bangsa di seluruh tanah air, khususnya di Bali, untuk bersama-sama mengungkapkan rasa duka cita dan solidaritas yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya ratusan korban baik yang meninggal, luka-luka maupun hilang dalam tragedi bom di jalan Legian Bali dan di Manado, melalui kerja kemanusiaan yang nyata. Read the rest of this entry »
August 6th, 2001
Senin Wage, 6 Agustus 2001
Denpasar (Bali Post) – Kepolisian jangan hanya membatasi kebebasan kelompok rakyat mengeluarkan pendapat, misalnya dengan berdemo di suatu tempat. Mereka sebaiknya menuntaskan tugas mendesak, seperti menangkap buronan kelas kakap Edy Tanzil, Tommy Soeharto atau mengungkap pelaku pengeboman yang terus marak di sejumlah wilayah Indonesia.
Hal itu disampaikan juru bicara Aliansi Mahasiswa Demokratik Gentry F. Amalo dan pengamat sosial politik Drs. Chusmeru, M.Si., Sabtu (4/8)lalu di Denpasar. Read the rest of this entry »
Komentar