Saat Tiba Menjadi Lelah

Saat tiba menjadi lelah
Aku hanya ada diam dalam bara, atas semua argumentasimu..
Pintarmu hanya untuk dirimu sendiri
Hiduplah terus dengan beragam dustamu
Karena waktu yang akan membuktikanya
Kau atau aku yang tulus kepada alam ini

Saat tiba menjadi lelah
Aku yang jelata ini tidak berhak marah,
Apalah artinya aku dibanding kau penguasa congkak!!!
Karena bisamu adalah suka suka mu

Gentry Amalo, Narkus 29/7/2010

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to“Saat Tiba Menjadi Lelah”

  1. ketut says:

    terus terang saya pengen banget bisa belajar bikin puisi …tapi ga bisa ,,otak buntu ,,hmmmm

    puisinya bagus !!
    salam kenal

  2. admin says:

    Salam kenal juga,..

    Terima kasih atas pujiannya, tapi syair saya belum ada apa-apanya, mungkin itu lebih tepat disebut sebagai curahan hati saja. Soal bagus atau tidak itukan relatif.

    Jika ketut ingin belajar bersyair, silahkan terus berlatih membuat syair dan sajak, pasti lama-lama juga bisa, dan satu lagi, saya bukan penyair, tetapi tetap terus menulis syari dan sajak, demi kepuasan bathin semata hehehe..
    tetap semangat dan terus berkarya!!
    Salam kreatif,..

Leave a Reply